Home » Kuliner » Bahan Baku Membuat Tepung Kuliner dari Singkong dan Talas

Bahan Baku Membuat Tepung Kuliner dari Singkong dan Talas

Singkong dan TalasBahan Baku Membuat Tepung Kuliner dari Singkong dan Talas – Salah satu bahan yang banyak digunakan untuk kebutuhan kuliner adalah tepung. Variasi tepung yang beragam dan kebutuhan tepung untuk membuat berbagai sajian kuliner menjadikan usaha pembuatan tepung sangat menjanjikan, termasuk skala rumahan. Berikut beberapa info seputar bahan baku, dan cara membuat salah satu tepung kuliner yang akan dibahas diartikel selanjutnya.

Bahan Baku
1. Singkong, Singkong atau dikenal dengan ketela pohon atau ubi kayu ada dua macam, yaitu singkong manis dan singkong pahit. Semakin tinggi kadar asam sianida dalam umbi, maka rasanya akan semakin pahit. Beberapa cara telah diterapkan untuk mengurangi senyawa asam sianida yang bersifat racun, seperti perebusan, pemanasan, pengukusan, pericucian, dan pengeringan.

Singkong manis mempunyai kadar asam sianida relatif rendah, yakni kadarnya di bawah 40 mg asam sianida per kilogram (kg) umbi yang masih segar. Kelompok singkong manis, di antaranya Gading, Adira I, Mangi, Betawi. Jenis singkong pahit kadar asam sianida diatas 50 mg/kg umbi segar. Umumnya digunakan untuk keperluan industri, seperti industri tapioka.

Golongan singkong pahit adalah Basiorao, Adira IV, Muara,TaPikUrU, Bogor, Adira II, dan SPR Bagian singkong yang dijadikan tepung adalah umbi berwarna putih atau kekuningan-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia. Singkong bisa dibuat menjadi beberapa jenis tepung untuk kebutuhan kuliner yaltu tepung tapioka, tepung singkong, dan tepung mocaf.Tapioka berbeda dengan tepung singkong. Tapioka bersifat larut di dalam air, sedangkan tepung singkong tidak larut.Tapioka biasanya digunakan sebagai bahan pengental kuah ataupun sebagai bahan pengisi pada kue-kue kering. Selain sebagai pengental, tapioka juga digunakan untuk pengenyal pada bakso,-pengganti sagu pada Pempek Palembang, juga sebagai bahan baku kerupuk. Ada juga yang membuat cendol berbahan baku tapioka.

Tepung tapioka merupakan pati yang diekstrak dengan air dan umbi singkong (ketela pohon). Setelah disaring, bagian cairan dipisahkan dengan ampasnya. Cairan saringan kemudian diendapkan. Bagian yang mengendap tersebut selanjutnya dikeringkan dan digiling hingga diperoleh butiran butiran pati halus berwarna putih, yang disebut tapioka. Tapioka sebaiknya dibuat dan singkong yang umurnya kurang dan satu tahun karena zat patinya masih sangat banyak. Supaya menghasilkan daya pengental yang tinggi, dalam proses produksi sebaiknya hindari penggunaan air secara berlebihan.

Tepung singkong dibuat dan bahan singkong segar . â??sawutâ?. Yaitu singkong segar yang diparut, dengan lubang parut yang besar-besar, kemudian langsung dijemur sampai kering, dan digiling halus. Namun bisa pula â??sawutâ? mentah ini diambil patinya dengan cara diperas. Baru kemudian ampas sawut dijemur sampai kering.Setelah itu sawut digiling, dan dicampur dengan patinya. sedangkan tepung mocaf dibuat dengan memotong singkong menjadi sawut kemudian di fermentasi dahulu, dicuci, dikeringkan lalu digiling.

2. Talas Umbi talas dapat dijadikan sebagai bahan baku tepung untuk membuat berbagai jenis makanan, seperti cake, donat, kroket dan lainnya. Seperti halnya umbi-umbian yang lain, nutrisi terbanyak di dalam talas adalah karbohidrat yang kandungannya mencapai 77.9 persen. Kandungan amilopektin yang tinggi di dalam talas menjadikan masa dan tekstur talas menjadi lengket dan pulen seperti beras ketan. Pati di dalam talas memiliki sifat yang mudah dicerna, cocok dijadikan makanan lansia atau menu diet pasca-sakit.

Kandungan nutrisi lain yang cukup berarti di dalam talas adalah protein. Dibandingkan dengan singkong dan ubi jalar, kandungan protein talas setingkat lebih tinggi. Setiap 100 g talas mengandung 1.9 g protein, sedangkan singkong mengandung 1.2 g dan ubi jalar 1.8 g. Setiap 1 cangkir talas mengandung 11% vitamin C sumber zat antioksidan, 19% vitamin E dan 22% vitamin B6. Bersama dengan vitamin C, vitamin B6 juga membantu menjaga irnunitas tubuh, sedangkan vitamin E menurunkan risiko terkena serangan jantung. Kandungan beta carotene (nutrisi setara vitamin A) pada talas bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, kulit, dan meningkatkan fertilitas. Satu cangkir talas juga mengandung 10% magnesium dan fosfat, dan 13% tembaga yang kita butuhkan setiap han, 18% potasium,30% mangan, dan kalium. Potasium berguna untuk menjaga kerja lancarnya metabolisme protein dan lemak di dalam tubuh, dan kalium baik untuk menjaga kesehatan jantung.

Beberapa jenis talas seperti talas Bogor (ColocasiaeSCUleflta L Schoott), talas Belitung/ Kimpul (XanthosOma sagitifolium)0 talas Padang/ Keladi (Colocasia gigan tea). Cara mengolah tepung talas dengan mengupas umbi talas sampai bersih, kemudian dicuci menggunakan air. Umbi talas direndam dalam larutan garam 3% selama 5 menit, lalu dicuci bersih, lalu dirajang tipis-tipis. Selanjutnya direndam dalam larutan kapurtohor 1,5% selama 4 jam. Lalu dicuci lagi untuk proses penetralan. Kemudian dikeringkan menggunakan cahaya matahari. Setelah kering rajangan digiling dan diayak untuk mendapatkan tepung talas.