Comments Off

Bahan Membuat Undangan Bambu, Spunbond dan Satin

Undangan dari bambu

Bahan Membuat Undangan Bambu, Spunbond dan Satin – Pasangan yang ingin menikah tentu menginginkan acaranya berjalan lancar dan dihadiri oleh banyak tamu undangan. Karena itu, keberadaan undangan pernikahan dalam bentuk resmi menjadi faktor penting sebagai bentuk penghormatan bagi para tamu undangan.

Undangan pernikahan bisa menggunakan bahan-bahan alam yang murah harganya. Kini undangan pernikahan banyak yang menggunakan produk seperti halnya souvenir yang fungsional, namun berfungsi sebagai undangan. Bagi Anda yang ingin menjalankan usaha di bidang undangan pernikahan fungsional, bisa menjadi lahan meraih pendapatan yang menguntungkan. Untuk itu, kita sajikan beberapa info séputar bahan baku, tips cara membuat undangan unik dan fungsional dari bambu, serta info maklon.

A.    Bahan Baku
1. Bambu, Biasanya seni kerajinan dan bambu ini diolah dengan alat yang masih sederhana seperti pisau pemotong, pisau penipis, tang dan catut bersungut bundar, yang membutuhkan kreativitas tinggi, ide, dan kerajinan tangan. Syarat mengolah bambu untuk dijadikan kerajinan:
• Pilihlah bambu yang tidak terlalu tua, dan juga tidak terlalu muda.
• Setelah ditebang, lalu dipotong sepanjang dua atau tiga ruas.
• Simpan di termpat yang teduh dan tegakkan selama 5-6 hari.
• Pilih bambu yang memiliki ruas yang panjang.

Bambu yang akan digunakan harus mengalami proses pengolahan terlebih dahulu. Adapun proses pengolahannya sebagai berikut:
• Bambu dipotong-potong sepanjang ruasnya dan buang masing-masing bukunya. Bila diperlukan bahan anyaman yang panjang dapat juga dipotong dan disesuaikan dengan kebutuhan.
• Buang dan bersihkan bagian dalamnya. Membersihkan bambu bisa dengan amplas kayu.
• Irislah tipis-tipis sesuai dengan keperluan.

2. Kain Spunbond
Spunbond atau bahan pur kertas, dalam bahasa kimianya berasal dan bahan polimerpolyesther ( PET) atau polypropylene ( PP) adalah salah satu jenis bahan kain sintetis yang tekstur bahannya agak kaku tapi terasa halus serta memiliki serat yang kuat. Spunbond pertama kali dikenal pada tahun 1961 an.

Bahan spunbond (pur kertas) saat ini banyak dijadikan salah satu bahan untuk membuat undangan pernikahan, yang bisa dimanfaatkan lagi oleh si penerima undangan. Bahan spunbond  lebih kuat dan tidak mudah sobek dibandingkan bahan plastik dan kertas. Sebagai perbandingan untuk bahan spunbond ukuran A4 bisa menampung beban hingga 10 kg, sedangkan plastik hanya 6 kg dan bahan kertas hanya 2-3 kg. Bahan kertas mudah hancur ketika terkena lembab apalagi terkena air. Selain itu bahan ini juga dibuat untuk menunjang dunia kesehatan séperti untuk masker dan tutup kepala yang disposable (sekali pakai) karena bahan ini juga sangat higienis.

3. Kain satin
Satin adalah jenis kain yang ditenun dengan menggunakan teknik serat filamen, sehingga memiliki ciri khas permukaan yang mengkilap dan licin. Bagian dalam atau belakang permukaan satin sebaliknya tidak licin dan tidak mengkilap.

Satin mulai dikenal di daratan Eropa pada awal abad ke-20, setelah lebih dahulu mengenal kain sutera yang berasal dan Tiongkok. Walaupun satin dan sutera memiliki beberapa ciri khas yang mirip, keduanya menggunakan bahan serat yang berbeda. Satin ditenun dengan serat buatan seperti polyster, sedangkan sutera menggunakan serat alami yaitu ulat sutera. Alhasil, meskipun keduanya terasa lembut di kulit, satin memiliki permukaan yang lebih kilat dan licin, sementara sutera lebih halus dan ringan. Satin menjadi salah satu bahan yang bisa digunakan untuk membuat kipas, dengan kesan mewah dan ringan.

Filed in: Kerajinan Tags: , , , , , , , , ,

Get Updates

Share This Post

Recent Posts

© 2014 Peluang Bisnis Usaha. All rights reserved.

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.