Home » Kuliner » Bisnis usaha Budidaya Ikan Patin

Bisnis usaha Budidaya Ikan Patin

Bisnis usaha Budidaya Ikan Patin merupakan salah satu komoditas perikanan yang berprospek cerah, karena memiliki harga jual yang tinggi. Ikan patin juga tidak hanya populer sebagai ikan konsumsi namun juga disukai sebagai ikan hias saat masih kecil karena bentuk, warna dan pergerakannya yang indah, sehingga dapat dijadikan sebagai peluang usaha yang mudah di lakukan dan untungnya menggiurkan bisa lebih dari 60% dan permintaan pasar lokal juga belum terpenuhi.

Budidaya ikan patin telah lama dilakukan di Indonesia dan menjadi salah satu komoditas penting dalam dunia perikanan. Selain banyak digemari masyarakat karena rasa dagingnya yang enak, nilai protein daging ikan patin juga tergolong tinggi yaitu mencapai 68,6%, lemak 5,8%, abu 5%, dan air 59,3%. Nilai ekonomis ikan patin juga cukup tinggi karena dagingnya dapat diolah menjadi bahan dasar pembuatan abon ikan dan juga dapat digunakan untuk pembuatan fillet ikan.

Ikan patin telah dikenal di Indonesia sejak tahun 1970- an. Jenis ikan patin di Indonesia sedikitnya terdapat dua jenis yang populer dan banyak dibudidayakan, yaitu Patin Siam dan patin lokal yang biasa disebut Patin Jambal. Spesies Patin Siam yang dimaksud adalah Pangasianodon hypophthalmus mempunyai ciri yaitu warna punggung abu-abu gelap, sedangkan bagian perut berwarna putih perak, warna daging kuning kemerahan, bertubuh lebih panjang. Sedangkan patin lokal adalah Pangasius Djambal Bleeker yang mempunyai ciri warna punggung abu-abu kehitaman, sedangkan bagian perut berwarna putih pucat, warna daging putih, tubuhnya lebih pendek atau buntat. Dan dua jenis patin yang ada, jenis Patin Siam (Pan gasianodon hypophthalmus) paling banyak dibudidayakan oleh para petani Indonesia. Hal ini karena induk betina Patin Siam mampu menghasilkan telur dalam jumlah relatif banyak yaitu berkisar antara 100- 500 ribu telur per induk daripada induk Patin Jambal yang hanya mampu menghasilkan telur dengan jumlah kurang dan 4.000 telur per induk.

Prospek usaha budidaya ikan patin di Indonesia sangat besar, mengingat spesies ini mudah dibudidayakan baik dalam kolam, akuarium maupun karamba. Selain itu, pada saat ini produksi patin Indonesia juga belum bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal karena produksinya saat ini hanya berkisar antara 30 ribu-50 ribu ton per tahun, padahal kebutuhan pasar lokal padatahun 2009 mencapai 80 ribu ton per tahun. Untuk menanggulangi hal ini Pemerintah dalam hal ini Departemen Kelautan dan Perikanan telah membagikan benih ikan patin secara gratis kepada para petani ikan yang ada di wilayah budidaya patin seperti daerah Jambi dan Riau. Dengan adanya data tersebut bisa dikatakan bahwa persaingan usahanya pun tidak terlalu ketat karena ketersediaan pasar yang masih sangat luas.

Resiko dan Pemasaran

Resiko kematian pada usaha pembenihan ikan patin antara 10-20%. Kematian biasanya terjadi ketika proses pergantian pakan pada hari ke-3 karena benih harus beradaptasi dan pakan cadangan kuning telur ke pakan alami berupa kutu air (artemia). Selain itu, bisa terjadi pada saat umur benih di hari ke-6 saat pergantian pakan dan artemia ke cacing sutera. Agar benih bisa beradaptasi dengan baik pakan diberikan sedikit-demi sedikit. Pada saat larva umur 3-5 hari, benih ikan patin jenis Siam cenderung bersifat kanibalisme, oleh karena itu pada pemeliharaan benih ikan patin jenis Siam dosis pakan harus benar benar disesuaikan dengan jumlah benih per akuarium. Misalnya untuk satu akuarium berisi 20 ribu benih umur 3-5 hari diberi pakan dosis 2 sdm artemia sebanyak 3 kali sehari.

Kualitas air yang tidak sesuai dengan range pertumbuhan benih ikan patin juga menjadi kendala. Untuk mencegah hal tersebut harus rutin mengontrol kualitas air setiap 4 jam sekali dan rutin membersihkan akuarium setiap 1-2 kali sehari.

Pemasaran patin bisa dilakukan kepada para pedagang ikan atau rumah makan. Benih ikan patin jenis Patin Siam yang berukuran 3/4 bisa dijual dengan kisaran harga Rp 75-120/ekOr. Untuk mencapai ukuran tersebut diperlukan waktu pemeliharaan sekitar 21-30 hari. Sedangkan harga ikan patin siap konsumsi dari petani ikan sekitar Rp 12 ribu/kg, dan ditingkat ritel antara Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu/kg.

Minat dengan Bisnis usaha Budidaya Ikan Patin ?