0

Bisnis Usaha Kerajinan di Kab. Sragen Batu Alam, Mebel Kayu & Kerupuk Rambak

Potensi sumber daya alam Kabupaten Sragen mampu dikembangkan oleh pelaku UMKM menjadi berbagai produk unggulan yang tak kalah bersaing dengan kabupaten lain. Mulai dan aneka jenis camilan seperti keripik dan kerupuk rambak, berbagai model kerajinan mebel dan kayu dan kerajinan dan batu alam, marmer hingga batu onix, serta sentra batik Sragen yang tak kalah kualitasnya dibandingkan batik daerah lain. Seperti apa pelaku UMKM Kabupaten Sragen menggali
potensi tersebut?

Kabupaten Sragen merupakan bagian dan Provinsi Jawa Tengah dengan ibu kota Sragen, jaraknya sekitar 30 km di timur Kota Surakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Grobogan di bagian utara, Kabupaten Ngawi (JawaTimur) di bagian timur, Kabupaten
Karanganyar di bagian selatan, serta Kabupaten Boyolali di bagian barat. Kabupaten Sragen juga dikenal dengan sebutan Bumi Sukowati, nama ini digunakan sejak masa kekuasaan Kerajaan (Kasunanan) Surakarta. Letaknya berada di lembah daerah aliran Sungal Bengawan Solo yang mengalir ke arah timur. Utara Sragen berupa perbukitan yang merupakan bagian dari Pegunungan Kendeng. Sedangkan di bagian selatan berupa pegunungan, yakni lereng dan Gunung Lawu.

 

Kabupaten Sragen terdiri atas 20 kecamatan, yang dibagi atas 208 desa dan .kelurahan.
Kabupaten ini merupakan gerbang utama sebelah timur Provinsi Jawa Tengah, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur. Sragen juga dilintasi jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa (Surabaya – Yogyakarta – Jakarta) dengan stasiun terbesarnya Sragen.


Olahan Makanan ringan di kabupaten sragen

Keripik Pisang
Keripik Singkong
Keripik Ubi
Ram bak Sapi
Rambak Kerbau
Emping
Keripik Pisang
Keripik Sin gkong
Keripik Ubi
Ram bak Sapi
Rambak Kerbau
Emping
Rambak Sapi
Ram bak Sapi Curah matang
Ram bak Sapi Curah mentah

Kerajinan Mebel Kab. Sragen
Lemari Sengon
KursiTamu
Toilet
Tempat tidur
Meja Kantor
Kursi Teras
Rak Susun

Kerajinan Batu Alam
Meja mini 10cm
Cermin marmer
Pajangan telur 5cm
Meja besar

Perkembangan UMKM di Kabupaten Sragen rupanya menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sragen. Sejumlah bantuan fisik dan non fisik dilakukan guna memajukan para pelaku UMKM untuk memenangkan persaingan di tengah derasnya kompetitor. Dan 50 ribu lebih UMKM yang berkembang, bidang makanan ringan, kerajinan mebel, batu alam menjadi penyumbang ekonomi terbesar masyarakat Kabupaten Sragen. Bahkan ada dua sentra besar batik di Bumi Sukowati ini yang melestarikan batik khas kabupaten Sragen. Tumpal

 

A. CAMILAN KERIPIK DAN KERUPUK RAMBAK

Camilan merupakan salah satu produk unggulan UMKM Kabupaten Sragen. Sekitar 200 UMKM membuat berbagai jenis camilan mulai dari KeripikPisang, Keripik Singkong, Keripik Ubi, dengan berat 250 gram dihargai 5 ribu — Rp 10 ribu, berat 500gram Rp 7,5 ribu — Rp 12.5 ribu dan 600 gram Rp 15 ribu. Selain dijual secara eceran,juga dijual dalam bentuk curah baik kondisi mentah maupun matang. Camilan yang dijual curah mentah harganya 100 ribu per kg dan curah matang Rp 50 ribu per 2,5 kg.

 

Aneka jenis camilan ini tak hanya dipasarkan di tingkat Kabupaten Sragen saja, namun sudah mencapai Semarang, Purwodadi-Grobogan, Boyola Solo, Kiaten, Yogyakarta, dan Madiun. Sistem penjualan secara langsung, tidak melalui perantara Agen maupun Reseller, sehingga pembeli harus menghubungi langsung pelaku usaha. Pembayaran dilakukan dengan cara tunai dengan pemesanan produk minimal sebanyak Rp 5 juta atau berat 1 kuintal dengan ongkos kirim ditanggung sepenuhnya oleh pembeli.

 

B. MEBEL KAYU

Melimpahnya sumber daya alam berupa pohon kayujati, sengon, maupun mahoni yang tumbuh di kawasan pegunungan di sekitar Kabupaten Sragen itu mendukung perkembangan produk mebel yang dikembangkan oleh UMKM Kabupaten Sragen, Bahkan Kabupaten Sragen memiliki lebih dan 500 orang pengrajin mebel yang berada di Kecamatan Sambungmacan, Kalijambe, Gemolong, Sukodoi dan kecamatan lainnya. Adalah Hj. Zainatun pemilik ZAIN Meb salah satu pengrajin mebel yang membuka usahanya di Jalan Raya. Ia mampu merangkul hingga 19 orang tenaga kerja. Rata-rata kapasitas produksi mebel per bulan sekitar 15 buah produk bertipe lemari, kursi tamu, tempat tidur, meja kantor, kursi teräs, rak susun, dan sebagainya.
Hargajual mebel Sragen cukup bersaing dengan mebel dan kabupaten lain. Seperti seperangkat kursi tamu outdoor/kursi teras dan kayu jati ditawarkan dengan harga Rp 1,3 juta, meja dan rakTV dan kayujati Rp 1,1 juta, serta lemari ukuran besar dan kayu sengon Rp 1,3 juta. Untuk membuat 1 buah mebel rata-rata membutuhkan waktu hingga 1 minggu. Bahan baku yang biasa digunakan adalah kayu jati, sengon, dan mahoni.

B. KERAJINAN BATU ALAM, MAMER, DAN BATU ONIX

Tak hanya terkenal dengan kerajinan mebelnya, Kabupaten Sragen juga memiliki sumber batu alam, onix dan marmer yang melimpah.Tak heran, UMKM di Kabupaten Sragen banyak mengembangkan produk kerajinan batu alam, onix dan marmer untuk dijadikan berbagai macam produk seperti pajangan, cermin, hingga meja. Saat ini ada sekitar 100 pengrajin batu alam di Kecamatan Pilangsari, dan Kalijambe Sragen yang mengembangkan produk kerajinan ini dengan kapasitas produksi sekitar 5 produk tiap bulan dengan omset per pengrajin mencapai Rp 200 juta tiap bulan.
Satiia Colexen milik Sumartin merupakan salah satu pelaku UMKM cukup besar di Desa Plalar, Kecamatan Pilangsari Sragen. Ia dibantu 8 orang karyawan memproduksi meja mini, cermin, pajangan hingga meja besar dan bahan batu alam, onix dan marmer yang harga jualnya cukup tinggi. Seperti pajangan kecil diameter 10cm berbentuk bulatdihargai Rp.200 ribu. Bahkan cermin berbingkai marmer harganya bisa sampai Rp 2 juta per buah.

Filed in: Kerajinan Tags: , , , , , , , , ,

Get Updates

Share This Post

Related Posts

Leave a Reply

Submit Comment
© 2014 Peluang Bisnis Usaha. All rights reserved.

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.