Comments Off

Bisnis Usaha Pupuk Organik dan Non Organik

pupuk organik

pupuk organik

Bisnis Usaha Pupuk Organik dan Non Organik – bidang pertanian, pupuk merupakan satu hal yang tak dapat terpisahkan. Tujuan penggunaan pupuk tak lain untuk meningkatkan pertumbuhan, memacu produktivitas hasih pertanian. pada dasarnya jenis pupuk ada dua, yakni pupuk organik dan pupuk non organik (pupuk kimia).
Dan dulu hingga saat ini memang pupuk anorganik (pupuk kimia) lebih populer dan banyak digunakan oleh petani daripada pupuk organik. Pupuk organik memiliki unsur haraganik, meskipun tidak mempercepat proses pertumbuhan tanaman, namun bersifat ramah lingkungan, sehingga meminimalisir kerusakan pada tanah. Namun sayang petani masih belum banyak yang sadar akan manfaat jangka panjang pupuk organik dan bahaya jangka panjang pupuk anorganik pada tanah dan tanaman yang dihasilkan.
Selain pupuk organik dan anorganik, ada pula pupuk hayati, yang terbuat dan percampuran berbagai mikroba atau bakteri baik maupun bakteri jahat. Meskipun terbilang lama, namun pupuk hayati baru saat ini booming di pasaran. Pupuk hayati sendiri berfungsi untuk mengembal ikan kondisi fisik dan biologi tanah vana telah rusak.
Nah, Bagi Anda yang berminat merintis bisnis ini, terlebih dahulu harus memilih tingkatan mana yang paling menguntungkan dan tentunya juga harus menyesuaikan anggaran modal yang ada.
Untuk menjadi Distributor sendiri, persyaratan yang harus dipenuhi tidaklah mudah. Selain harus memiliki badan usaha, memiliki gudang penyimpanan dan armada juga perlu modal awal untuk membeli pupuk minimal Rp 1 miliar. PT Pupuk Kujang misalnya, mewajibkan calon Distributorya membeli pupuk awal minimal 25 ton dengan harga Rp 38-40 ribu/kilo.
Adapun besar keuntungan yang dapat diraih oleh seorang Agen berkisar antara 10-25% per transaksi. Bila tidak mampu menjadi Agen, Anda bisa juga memilih menjadi Pengecer. Bila memilih sebagai pengecer, Anda justru akan mendapat profit margin terbesar dibandingkan dengan kedua tingkatan distribusi sebelumnya (sebagai Distributor dan Agen), karena sebagai pengecer Anda melakukan penjualan langsung ke konsumen, tentunya harga jual ditetapkan berdasarkan harga eceran pasar.

Filed in: Uncategorized Tags: , , ,

Get Updates

Share This Post

Recent Posts

© 2014 Peluang Bisnis Usaha. All rights reserved.

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.