Bisnis usaha : Evaluasi Di Masa Lalu Merupakan Langkah Awal Terhadap Visi Di Masa Depan

HOME
Home » Success Story » Kisah Sukses – Bisnis Aksesori Wanita Model Khas Papua

Kisah Sukses – Bisnis Aksesori Wanita Model Khas Papua

Posted at August 13th, 2016 | Categorised in Success Story

Bisnis Usaha Aksesoris Wanita Model Khas Papua – Aksesori wanita khas dan unik asal Papua kian digandrungi. Sentuhan khas ukiran, pahatan, corak serta bahan yang digunakan menjadi daya tarik bagi para konsumen. Hal itu pula yang mendorong Vance Akanmor memutuskan untuk menggeluti usaha aksesoris wanita khas Papua. Berbekal sedikit keterampilan yang dipelajari secara otodidak dari keluarganya, ia pun mulai merintis usaha sejak 2008 lalu dengan modal sekitar Rp 15 juta. Modal tersebut Ia gunakan untuk membuat aksesori wanita berbahan bulu berupa topi rajutan berbulu. Selain itu ia juga membuat aksesori dari bahan lain serta kerajinan khas Papua seperti topi hias yang menggunakan bahan dasar kulit koteka, rumbal, kain batik Papua, kalung-kalung, gelang, tombak, ukiran kayu, hiasan dinding, berbagai alat musik asal Papua, seperti alat musik bivak, dan sebagainya.

Pada awalnya lelaki yang kerap dipanggil Vance ini bersama istrinya Rena Leaua melakukan promosi budaya Papua dalam setiap kesempatan acara, baik di event pameran, di rekreasi maupun acara perkantoran. Sejak 2008 Ia memamerkan karyanya dianjungan Papua Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Seiring berjalannya waktu, Vance bertemu seorang teman dari Papua yang mengajaknya untuk melakukan promosi budaya dan kerajinan Papua untuk pameran pameran atau event di setiap mal.

 

 aksesoris khas papua
 

Bahan Baku. Menurut Yance, bahan dasar yang ia gunakan dalam membuat topi adalah daun tikar. Topi tersebut dipercantik dengan bahan bulu, baik bulu burung Kasuari, bulu burung Cendrawasih ataupun burung angsa tergantung pemesanan. “Bulu burung Kasuari dan Cendrawasih itu dilarang dibawa keluar Papua, namun saya sudah lama mendatangkannya ke Jakarta jadi bisa ikut dipamerkan dan dipasarkan. Namun topi rajutan ini juga bisa digantikan menggunakan bulu angsa, bulu bangau putih dan bulu kakaktua putih,” tegasnya. Selama ini mengenai perizinan pengiriman barang berupa bulu burung telah dilakukan oleh Vance.

Yance bisa memproduksi dua sampai tiga topi dalam sehari tergantung banyaknya pesanan. Untuk memproduksi topi rajutan ini ia dibantu oleh keluarganya yang berjumlah 10 orang. Kesepuluh orang ini merupakan keluarganya yang masih kuliah sehingga mereka hanya dapat membantu Vance ketika kuliah sedang libur atau akhir pekan mulai hari Jumat hingga Minggu.

Produk lain seperti rumbai terbuat dari daun sagu, kalung dan biji kayu pohon Matoa, dan lainnya. Dalam sehari, setiap orang bisa membuat aksesori lain seperti kalung dan gelang sebanyak tiga sampai lima produk. Sedangkan yang paling lama membuat patung ukir atau yang sering disebut oleh suku Asmat dengan sebutan Mbis. Pembuatan Mbis biasanya membutuhkan pengerjaan selama tiga minggu untuk ukuran kecil dan untuk ukuran besar biasanya mencapai sebulan.

Pemasaran. Berbagai upaya dilakukan Vance untuk mempromosikan produknya. Yance bersama sang istri aktif mengikuti berbagai pameran. Sebut saja di mall Epicentrurn Kuningan Jakarta Selatan, mall Pejaten Pasar Minggu, Mall Puri lndah, PRJ Kemayoran, BSD Tangerang, Taman Safari, Pluit Seat, mal Artha Gading Jakarta Utara, dan masih banyak lagi. Agar menarik konsumen, Ia pun memakai kostum adat Papua. Lengkap dengan pernak perniknya dalam setiap kali mengikuti pameran. Menurut Yance pada saat memasarkan produk di mal, selama event pameran berlangsung dia membayar sewa sekitar Rp 1 juta. Selain gencar mengikuti pameran, Vance juga memasarkan produk di rumahnya di Bekasi Jawa Barat. Di kediamanya itu Ia membuat semacam galeri kecil aksesori Papua yang kapan saja bisa .dikunjungi. Selain di mall dan di rumah, ia juga mempromosikan serta memasarkan produk kerajinannya melalui media sosial seperti Facebook.

 

BerbagiShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInDigg thisPin on Pinterest

Admin

Saya bukan siapa siapa, saya hanyalah seorang pengangguran yang senang mempelajari hal-hal baru di Internet. dan menuangkan waktu dalam tulisan dan inspirasi, semoga setiap artikel yang saya tulis selalu bermanfaat buat Anda.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookGoogle PlusYouTube

Tags :

No comment for Kisah Sukses – Bisnis Aksesori Wanita Model Khas Papua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Peta Lokasi Kampoeng Bisnis Usaha

 banner web bisnis usaha batu permata

ARTIKEL KEREN LAINNYA...!
bisnis usaha undangan fungsional
Cara Promosi Bisnis Undangan Fungsional Agar Usaha Kamu Makin Dikenal

Usaha yang berkaitan dengan kreativitas seperti halnya undangan pernikahan fungsional termasuk usaha yang...

Close