0

Langkah Memulai Bisnis SPBU

Langkah Memulai Bisnis SPBU – Pelaku usaha yang ingin terjun dalam bisnis SPBU disarankan memakai SPBU milik pemerintah PERTAMINA, yang mendapat subsidi juga memiliki pasar yang ramai, dengan persyaratan yang dapat dilihat pada www.sppbe. pertamina.com. Ada dua persyaratan utama untuk menjadi mitra usaha SPBU Pertamina, yakni lokasi usaha dan modal miliaran. Calon mitra harus memiliki tempat usaha dengan luas minimal 1.500 m2. Lokasinya harus strategis, yakni banyak dilalui kendaraan, dan persaingan kios bensin di lokasi itu belum begitu tinggi. Jika lokasi Anda benar-benar bagus, Pertamina akan menawarkan pola kerja sama Primer. Anda cukup menyediakan lahan, sedangkan modal investasi untuk membangun SPBU berikut peralatan akan disediakan Pertamina. Dengan begitu, Pertamina tentu akan memiliki sebagian saham SPBU itu.

Langkah Memulai Bisnis SPBU

Kalau lokasi Anda tidak termasuk primer, tapi masih memiliki prospek yang cukup baik, Anda bisa memilih pola kerja sama Reguler. Dalam pola ini, Anda harus memodali sendiri pendirian SPBU yang jumlahnya sekitar Rp 3 miliar. Investasi ini mencakup pembangunan SPBU dan kantor, berikut berbagai peralatan. Di antaranya mesin pengisian digital alias dispensing pump berikut tangki timbun untuk menyimpan setiap jenis BBM yang akan Anda jual. Investasi itu juga sudah termasuk royalty fee untuk Pertamina. Setiap lima tahun sekali Pertamina akan mengevaluasi SPBU dan juga menarik royalty fee. Besarnya royalti ini sangat tergantung pada lokasi dan hasil negosiasi dengan Pertamina. Tapi sebagai patokan, besarnya antara Rp 200 juta sampai Rp 500 juta per lima tahun. Di luar investasi pembangunan SPBU itu, calon mitra juga harus menyediakan uang setoran alias deposit pembelian BBM kepada Pertamina. Besarnya minimal sebesar harga pokok pembelian BBM per hari oleh SPBU. Simpanan itu ditaruh di rekening setoran (escrow account) di bank.
Banknya boleh bank apa saja, asalkan sudah disepakati sebelumnya dengan Pertamina. Begitu stok BBM di SPBU tinggal sedikit, Pertamina siap mengirimkan pasokan BBM dengan mendebet dan escrow account. Penentuan besarnya deposit pembelian BBM ini harus diperhitungkan dengan cermat oleh pemilik SPBU. Deposit yang terlalu kecil bisa merepotkan. Pengusaha SPBU harus mengurus escrow account ini saban hari, di samping tak bisa dengan mudah menambah pasokan BBM jika sewaktu-waktu ada lonjakan permintaan. Tapi, simpanan dana yang terlalu banyak juga tak efektif.

Langkah pertama masuk ke bisnis ini adalah mengajukan aplikasi secara online. Formulir aplikasi bisa kita akses di www.pertamina.com Untuk aplikasi yang disetujui, Pertamina akan menyusun rencana bisnis (business plan) untuk SPBU dl lokasi Anda. Dalam rencana bisnis inilah akan ditentukan berapa banyak dispensing pump dan tanki pendam yang harus Anda sediakan.  juga akan diketahui lebih detail berapa besar modal dan royalty fee yang harus Anda bayar. Rencana bisnis ini hanya akan dianggap layak jika Anda diperkirakan bisa menjual minimal 15 ton (15.000 liter per hari). Angka perkiraan ini diperoleh berdasarkan pemantauan Pertamina atas arus lalu-lintas dan persaingan kios bensin di lokasi Anda.

Anda bisa memberikan tanggapan ataupun menegosiasi isi business plan itu. Bila semuanya beres dan Semua dokumen yang Anda butuhkan sudah lengkap, Anda akan menandatangani kontrak kerja sama dengan Pertamina. Kontrak kerja sama ini berlaku selama 15 tahun dan akan dievaluasi setiap lima tahun sekali. Selanjutnya, Anda tinggal membangun SPBU sesuai dengan spesifikasi Pertamina. Bila tak bisa mencari kontraktor sendiri si mitra bisa menggunakan kontraktor yang biasa Pertamina pakai. Proses pembangunan ini umumnya memakan waktu sekitar empat bulan.

Filed in: Tips Usaha Tags: , , ,

Get Updates

Share This Post

Related Posts

Leave a Reply

Submit Comment
© 2014 Peluang Bisnis Usaha. All rights reserved.

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.