Home » Tips Usaha » Modal Usaha Dari Agunan Sertifikat Tanah

Modal Usaha Dari Agunan Sertifikat Tanah

modal bisnis usaha

Modal Usaha Dari Agunan Sertifikat Tanah – Satu contoh pertanyaan tentang modal usaha yang akan di pinjam dari agunan sertifikat tanah, berikut contoh pertanyaannya:

Saya tertarik bisnis SPBU. Saya punya tanah di lokasi jalan besar yang dilalui kendaraan yang akan ke Bengkulu dan Sumatera, dengan harga sekitar Rp 500 juta per hektar. Bisa tidak sertifikat tanah tersebut diagunkan ke bank untuk mendapatkan modal usaha SPBU sebesar Rp 3 miliar? Sedangkan total harga tanah saya hanya sekitar Rp 1 miliar.

Yang ingin saya tanyakan:
â?¢ Apakah bisnis SPBU adalah bisnis yang aman dan menguntungkan?
â?¢ Apakah ada bank yang mau mengucurkan kredit dengan kondisi seperti itu?
â?¢ Kalau ada bank apa? Dan cara pengurusannya bagaimana?
Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.
Sidik, Bengkulu

Jawaban:

Pak Sidik, senang sekali menerima pertanyaan dari Anda. Secara umum, bank memperhatikan faktor agunan dalam penyaluran kredit. Apalagi untuk kredit yang usahanya belum ada atau baru akan dibangun. Hampir semua bank memiliki aturan yang sama dalam mengucurkan kredit.
Yang akan diperhatikan oleh pihak bank adalah bagaimana status tanah tersebut, tentunya harus bebas sengketa dan bersertifikat. Dan nilai agunannya juga harus lebih besar daripada kredit yang diajukan.

Mengingat nilai tanah yang Anda miliki adalah Rp 1 M, maka sebaiknya Anda mengajukan pinjaman yang tidak melebihi nilai tersebut. Bank mungkin hanya akan memberikan batasan maksimal 70% – 80% dan nilai agunan. Apalagi untuk bisnis SPBU ini, mungkin bank akan menilainya sampai maksimal 50% saja mengingat nilai likuidasi tanahnya menjadi lebih rendah jika sudah diubah menjadi SPBU.

Bagaimana kalau modal yang diperlukan sampai Rp 3 M? Maka Anda mau tidak mau harus mencari sumber pendanaan yang lain. Kalau menurut Anda bisnis SPBU ini prospektif di lokasi tersebut, tentunya tidak sulit mencari pemodal lain yang mau diajak kerja sama. Karena nilainya sangat besar, Anda bisa pertimbangkan untuk membuat badan usaha bersama dengan partner Anda, misalnya membuat PT atau CV. Dengan begitu, kerja sama di antara pemodal menjadi lebih jelas.

Model kerja sarna lainnya pun bisa dipertimbangkan. Misalnya dengan membangun rest area yang terintegrasi dengan SPBU. Anda yang memodali rest areanya, partner Anda yang memodali SPBU-nya.

Bisnis SPBU memiliki peluang yang cerah mengingat pertumbuhan pengguna kendaraan yang sangat tinggi. Namun di sisi lain, sangat terpengaruh dengah kebijakan Pemerintah seperti subsidi BBM, monopoli penyaluran BBM, dan lain-lain. Dan sisi pengusaha, bisnis ini tidak perlu banyak campur tangan karena sudah tersistem. Apakah aman? Tergantung dari definisi Anda akan aman. Kalau aman dalam arti tidak mungkin rugi,jelas tidak ada investasi atau bisnis yang seperti itu. Semua ada risikonya. Bisnis SPBU ini sangat bergantung pada lokasi, Jika lokasinya baik, tentu tinggal mengarahkan saja untungnya seiring dengan mengalirnya minyak. Tapi jika lokasinya tidak baik, bisa jadi beban operasional akan lebih besar dari margin BBM yang tipis. Sebaiknya survei lokasi dengan cermat bersama dengan penyedia bisnis SPBU (Pertamina atau swasta). Jika prospektif, rasanya tidak sulit untuk mencari partner.
Selamat berusaha.