Peluang Bisnis Perhiasan Lokal Kian Menggiurkan

Bisnis-usaha.com ~ Berbicara tentang perhiasan ini identik dengan perempuan, dan kebanyakan perempuan ingin tampil cantik dan dan menawan, oleh karena itu bisnis jewelry atau perhiasan mempunyai peluang tersendiri dalam dunia bisnis, kita melihat kondisi ekonomi indonesia saat ini sudah mulai membaik dan berkembang, kita bisa meraup keuntungan besar dari bisnis perhiasan lokal ini.
Peluang Bisnis Perhiasan Lokal Kian Menggiurkan
Peluang dan keyakinan itulah yang membuat dan memotivasi Alimudin (42) tetap bertahan menggeluti bisnis perhiasan mutiara Lombok dari Tahun 1994, dan bersama istrinya Sukuriah (41) mereka menciptakan desain-desain perhiasan dari bahan mutiara yang telah banyak dibudidayakan di daerah sekotong NTB perpaduan antara mutiara dengan emas putih dan berlian tabur emas putih menjadi pilihan karena warnanya yang netral dan tidak pudar oleh kilau mutiara.

Alamudin menciptakan perhiasan mutiara dipadu dengan batu koral yang di ukir dengan motif bunga yang warna warni untuk menambah kesan menarik dan elegant pada perhiasan tersebut, ia mengatakan itu adalah desain terbarunya saat ini.

Untuk menarik pembeli dengan mengandalkan keindahan mutiara saja, itu sudah tidak mungkin dilakukan lagi, karena begitu banyak orang yang berbisnis mutiara, cara mengakalinya menurut alamuddin adalah melakukan branding agar berbeda dengan pesaing serta mengutamakan kualitas, desain dan selalu inovatif.

Ia juga mengatakan saat ini dia melakukan kerjasama dengan perajin mutiara yang ada di kota Lombok, karena sebelumnya dia hanya berfokus pada desain-desain yang sudah banyak dipasaran, kerjasama tersebut untuk mengerjakan desain costumer yang begitu banyak, karena kini iya mampu membedakan diri dengan pengrajin lainnya melalui program brending dan corporate identitynya, walaupun dilakukan dalam skala kecil.

Pada dasarnya program brending adalah bagian dari bentuk aktifitas marketing, dan merupakan sebuah identitas dari sebuah produk, branding memiliki beberapa point, seperti merek, brand perusahan, atau slogan yang berwarna unik, apabila perusahaan yang memiliki kejelasan atau kekuatan hukum yang legal, maka dapat dinamakan trademark, perusahaan kecil menengah atau UKM dapat dimulai dari membuat brand produk yang unik dan menciptakan logo untuk branding skala kecil.

Sebelum terjun menjadi pengusaha perhiasan mutiara pada Tahun 1994 ia menemui kendala pada modal usaha, Alamuddin berinisiatif untuk meminjam perhiasan mutiara dari rekannya yang usahanya sudah mulai berkembang, dia menjual dari rumah ke rumah, kantor kantor bahkan sering mendatangi sebuah acara yang dihadiri ibu-ibu pejabat setempat dengan menawarkan produk mutiara tersebut, berkat kerja keras dan ketekunannya Alimuddin mulai membuka usaha sendiri dan mulai berkembang hingga dia bisa memiliki sebuah tempat pameran (showroom) sendiri selama lima tahun lamanya.

Dari tempat pameran itulah Alimuddin mulai mengembangkan bisnis usaha mutiara dengan membuat desain sendiri, serta melakukan program branding skala kecil, dan hasilnya cukup lumayan dari pameran itu dia bisa menghasilkan pendapatan antara 5 juta sampai 10jt perhari, dengan keuntungan bersih sekitar 20% dan dalam sebulan keuntungan bersih perbulan minimal 30jt, karena desain yang ia buat penuh dengan ornamen yang menarik, alamuddin membidik ibu-ibu yang usia 40 tahun keatas, dia menualnya dari 5jt sampai 25jt untuk satu set mutiara yang berisi giwang, Cincin dan Liontin, dengan keuntungan tersebut dan pangsa pasar yang semakin membesar maka peluang usaha bisnis perhiasan lokal menjadi sangat menggiurkan, dan modal kembali dengan cepat dan tanpa resiko.

Manfaatkan Kekayaan Alam Yang Melimpah Sebagai Kunci Sukses Bisnis Perhiasan Lokal

Kita dapat memanfaatkan kekayaan alam yang begitu besar di Indonesia, ketersediaan bahan baku yang berlimpah, dipadu dengan tangan-tangan seni dalam proses pembuataanya. inilah yang membuat perhiasan dalam Negeri berbeda dengan perhiasan yang berasal dari luar Negeri.

Konsep bisnis perhiasan mutiarta Lombok sendiri banyak dicari di pasar luar Negeri dengan melihat tingkat kerumitan dan detail proses pengerjaannya, tetapi sangat disayangkan karena kebanyakan masih dibuat dengan tangan, membuat kita kesulitan memenuhi quota produksi yang banyak diminta dari luar negeri, tutur Johny tandiary (46) salah satu owner dari Makassar handycraf centre yang fokus memproduksi perhiasan emas Kendari.
Merangkai benang-benang halus yang terbuat dari emas, ini adalah proses dari Kendari, pengrajin terlebih dahulu membuat kerangka untuk bentuk perhiasan yang berbentuk seperti daun dan butir-butir padi dll. setelah kerangka yang terbuat dari Emas itu sudah jadi, lalu diisi dengan benang-benang Emas, ini adalah kegiatan rutin dan turun temurun dalam masyarakat Bugis sejak zaman dahulu kala.

Kata owner makassar handycraf ini, dia adalah generasi ke tiga yang sudah berdiri sejak Tahun 1904, yang dulunya usaha ini dijalankan oleh ayah dan kakeknya yang juga pengrajin Emas Kendari, ketika usaha emas Kendari dikelola langsung oleh johny, ia mulai banyak belajar untuk mendesain sendiri agar terlihat beda dengan desain emas Kendari pada umumnya.

Kebanyakan pengrajin lain hanya membuat satu tangkai bunga kecil lalu diisi benang-benang emas, namun ditangan Johny dia membuatnya lebih bervariasi seperti dalam satu tangkai bunga bisa menjadi serumpun bunga yang jumlahnya banyak, disamping itu johny tidak hanya membuat motif bunga tetapi Johny juga menciptakan motif yang bentuknya unik dan abstrak, namun tetap menarik dan cantik ketika dihiasi dengan benang-benang emas.

Selain Perhiasan yang biasa melekat di tubuh perempuan seperti, Kalung, Cincin Gelang atau Anting, Johny juga membuat dompet tangan yang secara keseluruhan terbuat dari emas, sampai saat ini dompet tangan yang terbuat dari emas itu banyak dicari pembeli. yang harganya bisa mencapai 50jt dan proses pengerjaannya dapat mencapai waktu satu bulan.

Selain perhiasan perhiasan wanita, Johny juga menerima pesanan desain logo-logo perusahaan yang ingin terlihat lebih elegant dengan berbahan emas, beberapa waktu lalu pada saat pameran jewellery di Jakarta stand emas Kendari banyak didatangi pengunjung dari sekedar ingin tahu sampai membeli perhiasan tersebut, menurut dia ini sangat penting untuk diperhatikan saat membuat desain logo perusahaan yang terkait, karena kebanyakan logo yang dibuat hanya menampilkan satu sisi saja tanpa memperhatikan implementasi dan kualitas logo tersebut.

Sejauh ini Johny telah memiliki pengrajin sekitar 80 orang, Johny selalu mengajarkan desain desain baru kepada pegawainya mereka mendapat gaji tidak perbulan layaknya pegawai negeri, tetapi mereka dibayar dengan sistem bagi hasil dengan komposisi 7-15 persen dari berat dan tingkat kesulitan yang dikerjakan.

Sewaktu kecil Johny sudah terbiasa dengan aktifitas belajar membuat emas Kendari, dia memanfaatkan waktunya sepulang sekolah untuk membantu Ayah dan ibunya merangkai perhiasan untuk nantinya akan dijual di toko, jaman sekarang ini tidak banyak anak muda yang mempunyai minat akan emas Kendari karena pekerjaan ini membutuhkan sedikit kreatifitas dan ide – ide cemerlang dan juga keterampilan dan ketekunan.

Menjelajahi Peluang dan Pasar Baru Dengan Pameran Perhiasan Lokal

Melalui pameran-pameran perhiasan pengrajin dapat mengembangkan pasar diluar wilayah yang selama ini ditempati, cara ini ditempuh tidak hanya untuk meningkatkan penghasilan tetapi juga dapat menambah wawasan dan juga peluang bisnis yang baik.

Melalui pameran saya banyak mengetahui mengenai desain dan bagaimana cara melayani pelanggan secara royal, dengan menyediakan layanan service centre sebagai bagian pelayanan kepada costumer yaitu repair perhiasan apabila mengalami kerusakan, dan tentunya tidak dipungut biaya apabila kerusakan tidak begitu parah. ide ini ditempuh demi meningkatkan loyalitas kepada pelanggan dan brand programme. demikianlah sedikit penjelasan mengenai peluang bisnis perhiasan lokal yang menggiurkan semoga bermanfaat