Bisnis usaha : Evaluasi Di Masa Lalu Merupakan Langkah Awal Terhadap Visi Di Masa Depan

HOME
Home » Home Industri » Peluang Bisnis Usaha Kerajinan Anyaman Sandal Etnik, Ternyata Sangat Diminati

Peluang Bisnis Usaha Kerajinan Anyaman Sandal Etnik, Ternyata Sangat Diminati

Posted at July 23rd, 2016 | Categorised in Home Industri

Kerajinan Usaha Anyaman Sandal Etnik | Sandal Etnik Bahan Anyaman Lidi Dipadu Perca dan Payet Saat Ini Paling Diminati. Melirik banyaknya bahan baku dan keterampilan yang dimiliki masyarakat Tasikmalaya, serta semakin banyak masyarakat yang menyukai sandal etnik. Afrijon pun tertarik mengembangkan usaha sandal etnik Tasik sejak tahun 2008, dengan menghadirkan sesuatu yang beda. Bukan hanya satu bahan yang ia gunakan tetapi dengan mengkombinasikan beberapa bahan. Sandal anyaman lidi dipadu dengan kombinasi perca dan payet merupakan salah satu produk yang paling diminati oleh pembeli saat ini. Pemasaran seperti apa yang ia lakukan untuk memperkenalkan produk buatannya ini?

Ketika melihat banyaknya bahan baku produk anyaman di Tasik dan keahlian menganyam saudara sang istri, Afrijon yang akrab disapa Jon tertarik belajar mengayam dan merintis usaha kera jinan sandal etnik anyaman. Niatnya semakin bulat setelah melihat banyaknya masyarakat yang menyukai produk etnik berbahan lidi, pandan atau pun serat pisang.

 

bisnis usaha kerajinan sandal etnik

Image From http://suarabali.com/

 

Saat ini ia telah memproduksi berbagai jenis sandal etnik berbahan lidi, pandan dan serat pisang yang dipadukan dengan berbagai aksen tambahan seperti perca batik, koin berbahan batok kelapa, mute plastik emas atau payet.

Afrijon merintis usaha sandal di bawah bendera Indomo Handycraft, pada bulan Februari 2008. Modal awal yang ia keluarkan sebesar Rp 5 juta untuk membeli 1 unit alat pencetak telapak kaki seharga Rp 1 juta dan bahan baku berupa busa alas sandal, pandan dan mendong (bahan seperti tikar yang terbuat dari serat batang pisang atau eceng gondok). Dalam merintis usahanya ia tidak sendirian, tetapi dibantu oleh 5 orang saudara sang istri.

Jual Grosiran. Jon tidak menjual produknya secara satuan, tetapi grosiran dengan minimal pembelian 500 pasang. la sengaja memberi harga yang seragam yaitu Rp 18 ribu/pasang, agar lebih mudah menghitungnya. Menurutnya produknya jika sudah dipasarkan di toko atau mal biasanya menjadi Rp 20 ribu/pasang.

Tetapi bagi pembeli yang membeli di atas 1.000 pasang akan memperoleh diskon sebesar 5-10%. Ukuran sandal yang dibuat dari nomor 37 hingga 42, dan desainnya selalu diganti setiap 2 bulan sekali agar pembeli tidak bosan. untuk trend ke depan sandal anyaman lidi tidak hanya berbentuk jepit tetapi juga selop pesta aneka payet yang dikombinasikan bahan alam seperti lidi dan dengan paduan beberapa warna seperti hijau dengan merah. Setiap bulannya ia dapat memproduksi hingga 5 ribu produk sandal. Selain sandal etnik, Jon juga memproduksi tas seharga Rp 25-50 ribu /piece, agenda seharga Rp 36 ribu dan tempat tisu seharga Rp 10-20 ribu /piece.

Pemasaran. Dalam memperkenalkan produknya, Jon menggunakan media internet, Tidak hanya itu, ia pun menghubungi koperasi perusahaan-perusahaan. Sebut saja Koperasi Utama Karya di Cawang, BSM Thamrin, Telkom, Bursa Efek Jakarta, dan kantor BRI Jakarta Selatan merupakan tempat penjualan produknya. Sistem yang digunakan ada yang jual putus dan konsinyasi (titip jual) sesuai kesepakatan dengan batas pengemballan paling lama 3 bulan.

Bukan hanya di daerah Jabodetabek, produknya juga telah dipasarkan ke seluruh Indonesia seperti Medan, Palembang, Sulawesi Barat dan Padang. Bahkan produknya ini juga mendapatkan pesanan hingga ke Malaysia, dengan jasa pengiriman Fedex. Pemesanan dapat dilakukan via telepon dengan membayar DP sebesar 40% dan sisanya dilunasi ketika barang telah sampai. Harga produk sudah termasuk ongkos kirim dan waktu pemesanan sampai barang dikirim sekitar 10 hari menggunakan jasa pengiriman ekspedisi seperti TIKI untuk ke luar kota.

Bahan Baku dan Karyawan. Bahan baku yang dibutuhkan setiap bulan antara lain tali rotan 20 gulung seharga Rp 50 ribu/gulung (1 gulung untuk 20 pasang sandal), lidi 200 ikat Rp 3 ribu/ikat (1 ikat untuk 5 pasang sandal), pandan 30 kg seharga Rp 10 ribu/2 kg, busa jenis sponleva foam untuk alas sandal sebanyak 250 lembar ukuran 1 x 1 m seharga Rp 50 ribu/lembar dengan tebal 1 cm, dan mendong ukuran 400 m seharga Rp 4ribu/m. Juga bahan penunjang seperti pernak-pernik (koin batok kelapa, payet dan mute platik emas) sebulan Rp 700 ribu, dan benang jahit sandal yang dibeli secara borongan sebesar Rp 800 ribu per bulan.

Selain itu, untuk pewarna sandal ada 2 jenis yakni pewarna alami yang berasal dari pandan untuk hijau dan kunyit untuk kuning, sedangkan pewarna buatan merek Kupu-kupu seharga Rp 6 ribu/botol. Semua bahan baku dan bahan penunjang dibeli di Pasar Rajapolah-Jawa Barat. Menurut Jon, 1 pasang sandal seharga Rp 18 ribu hanya membutuhkan biaya produksi sebesar Rp 11 ribu, sehingga ia mendapatkan keuntungan Rp 7 ribu/ pasang.

Sandal buatan Jon diproduksi secara manual, yaitu dengan keterampilan tangan. Selain dengan tangan  digunakan juga pencetak telapak kaki, yang dibeli di Pasar Cipadu Ciledug Tangerang seharga Rp 1 juta dan 3 unit mesin jahit merek Brother yang ia di Mangga Dua Square Jakarta Utara (PT Mostwell) seharga Rp 1,5 juta/unit.

Jon mengaku selama ini ia tidak pernah memberikan pelatihan pada karyawannya, karena mereka telah memiliki keahlian menganyam. Saat ini, Jon dibantu oleh 5 orang saudara sang istri dan 10 orang karyawan lepas. Kepada 5 orang saudaranya Jon tidak memberikan upah berupa gaji, namun pembagian keuntungan usaha sekitar 5-10%. Sedangkan untuk karyawan lepas di- berikan gaji sebesar Rp 1.000/sandal. Setiap hari 1 orang karyawan dapat mengerjakan 20 hingga 30 pasang sandal, artinya pesanan sebanyak 500 pes bisa diselesaikan selama 3-4 hari.

BerbagiShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInDigg thisPin on Pinterest

Admin

Saya bukan siapa siapa, saya hanyalah seorang pengangguran yang senang mempelajari hal-hal baru di Internet. dan menuangkan waktu dalam tulisan dan inspirasi, semoga setiap artikel yang saya tulis selalu bermanfaat buat Anda.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookGoogle PlusYouTube

Tags :

No comment for Peluang Bisnis Usaha Kerajinan Anyaman Sandal Etnik, Ternyata Sangat Diminati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Peta Lokasi Kampoeng Bisnis Usaha

 banner web bisnis usaha batu permata

ARTIKEL KEREN LAINNYA...!
grosir aksesoris di jakarta
Tempat Grosir Aksesoris Di Jakarta, Yang Wajib Kamu Kunjungi

Tempat Aksesoris Grosir Jakarta Pusat aksesoris rambut dan kepala dengan beragam pilihan permintaan...

Close