Bisnis usaha : Evaluasi Di Masa Lalu Merupakan Langkah Awal Terhadap Visi Di Masa Depan

HOME
Home » Ide Usaha » Rendahnya Persaingan Bisnis Budidaya Ikan Patin, Membuat Usaha Ini Makin Digemari

Rendahnya Persaingan Bisnis Budidaya Ikan Patin, Membuat Usaha Ini Makin Digemari

Posted at August 17th, 2016 | Categorised in Ide Usaha

Budidaya ikan patin telah lama dilakukan di Indonesia dan menjadi salah satu komoditas penting dalam dunia perikanan. Selain banyak digemari masyarakat karena rasa dagingnya yang enak, nilai protein daging ikan patin juga tergolong tinggi yaitu mencapai 68,6%, lemak 5,8%, abu 5%, dan air 59,3%. Nilai ekonomis ikan patin juga cukup tinggi karena dagingnya dapat diolah menjadi bahan dasar pembuatan abon ikan dan juga dapat digunakan untuk pembuatan fillet ikan.

Ikan patin telah dikenal di Indonesia sejak tahun 1970 an. Jenis ikan patin di Indonesia sedikitnya terdapat dua jenis yang populer dan banyak dibudidayakan, yaitu Patin Siam dan patin lokal yang biasa disebut Patin Jambal. Spesies Patin Siam yang dimaksud adalah Pangasianodon hypophthalmus mempunyai ciri yaitu warna punggung abu-abu gelap, sedangkan bagian perut berwarna putih perak, warna daging kuning kemerahan, bertubuh lebih panjang. Sedangkan patin lokal adalah Pangasius Djambal Bleeker yang mempunyai ciri warna punggung abu-abu kehitaman, sedangkan bagian perut berwarna putih pucat, warna daging putih, tubuhnya lebih pendek atau buntat. Dan dua jenis patin yang ada, jenis Patin Siam (Pan gasianodon hypophthalmus) paling banyak dibudidayakan oleh para petani Indonesia. Hal ini karena induk betina Patin Siam mampu menghasilkan telur dalam jumlah relatif banyak yaitu berkisar antara 100- 500 ribu telur per induk daripada induk Patin Jambal yang hanya mampu menghasilkan telur dengan jumlah kurang dan 4.000 telur per induk.

 

bisnis usaha budidaya ikan patin

Image From www.fishing-worldrecords.com

 

Prospek usaha budidaya ikan patin di Indonesia sangat besar, mengingat spesies ini mudah dibudidayakan baik dalam kolam, akuarium maupun karamba. Selain itu, pada saat ini produksi patin Indonesia juga belum bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal karena produksinya saat ini hanya berkisar antara 30 ribu-50 ribu ton per tahun, padahal kebutuhan pasar lokal padatahun 2009 mencapai 80 ribu ton per tahun. Untuk menanggulangi hal ini Pemerintah dalam hal ini Departemen Kelautan dan Perikanan telah membagikan benih ikan patin secara gratis kepada para petani ikan yang ada di wilayah budidaya patin seperti daerah Jambi dan Riau. Dengan adanya data tersebut bisa dikatakan bahwa persaingan usahanya pun tidak terlalu ketat karena ketersediaan pasar yang masih sangat luas.

Resiko dan Pemasaran

Resiko kematian pada usaha pembenihan ikan patin antara 10-20%. Kematian biasanya terjadi ketika proses pergantian pakan pada hari ke-3 karena benih harus beradaptasi dan pakan cadangan kuning telur ke pakan alami berupa kutu air (artemia). Selain itu, bisa terjadi pada saat umur benih di hari ke-6 saat pergantian pakan dan artemia ke cacing sutera. Agar benih bisa beradaptasi dengan baik pakan diberikan sedikit-demi sedikit. Pada saat larva umur 3-5 hari, benih ikan patin jenis Siam cenderung bersifat kanibalisme, oleh karena itu pada pemeliharaan benih ikan patin jenis Siam dosis pakan harus benar benar disesuaikan dengan jumlah benih per akuarium. Misalnya untuk satu akuarium berisi 20 ribu benih umur 3-5 hari diberi pakan dosis 2 sdm artemia sebanyak 3 kali sehari.

Kualitas air yang tidak sesuai dengan range pertumbuhan benih ikan patin juga menjadi kendala. Untuk mencegah hal tersebut harus rutin mengontrol kualitas air setiap 4 jam sekali dan rutin membersihkan akuarium setiap 1-2 kali sehari. Pemasaran patin bisa dilakukan kepada para pedagang ikan atau rumah makan. Benih ikan patin jenis Patin Siam yang berukuran 3/4 bisa dijual dengan kisaran harga Rp 75-120/ekOr. Untuk mencapai ukuran tersebut diperlukan waktu pemeliharaan sekitar 21-30 hari. Sedangkan harga ikan patin siap konsumsi dari petani ikan sekitar Rp 12 ribu/kg, dan ditingkat ritel antara Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu/kg. Minat dengan Bisnis usaha Budidaya Ikan Patin ?

 

BerbagiShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInDigg thisPin on Pinterest

Admin

Saya bukan siapa siapa, saya hanyalah seorang pengangguran yang senang mempelajari hal-hal baru di Internet. dan menuangkan waktu dalam tulisan dan inspirasi, semoga setiap artikel yang saya tulis selalu bermanfaat buat Anda.

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookGoogle PlusYouTube

Tags :

No comment for Rendahnya Persaingan Bisnis Budidaya Ikan Patin, Membuat Usaha Ini Makin Digemari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Peta Lokasi Kampoeng Bisnis Usaha

 banner web bisnis usaha batu permata

ARTIKEL KEREN LAINNYA...!
ide usaha kerajinan sulam
Tips Sukses Besar Dalam Berbisnis Kerajinan Sulam, Untuk Kamu Yang Kreatif

Tips Bisnis Kerajinan Sulam . Ditilik dan segi produk, tentu produk ini memiliki...

Close