Home » Tips Usaha » Tips Mengatasi Usaha yang sedang Bangkrut

Tips Mengatasi Usaha yang sedang Bangkrut

Tips Bangkrut

Tips Bangkrut

Tips Mengatasi Usaha yang sedang Bangkrut – Kondisi bangkrut akan sangat terkait dengan kemampuan usaha dalam menjamin pembayaran pinjamannya. Kebangkrutan itu secara sederhana adalah ketika jumlah total kewajiban Anda lebih besar daripada jumlah total harta Anda. Akibatnya jumlah harta yang ada tidak lagi cukup untuk mengcover jumlah hutang. Hal ini dapat dihitung dengan menggunakan rasio hutang dibandingkan harta, atau debt to asset ratio. Angka rasio semakin kecil menunjukkan tingkat coverage harta terhadap kewajiban hutang semakin baik. Angka rasio semakin besar menunjukkan tingkat coverage harta terhadap hutang semakin lemah. Angka rasio = 0, berarti tidak ada kewajiban hutang yang harus dicover oleh harta. Sementara angka rasio lebih besar dari > 1, menunjukkan jumlah hutang lebih besar dan harta, dalam kondisi seperti ini seseorang atau keluarga bisa dikatakan bangkrut alias jatuh miskin.

Anda benar-benar harus melakukan rasionalisasi anggaran usaha. Di sini penghematan sampai pemangkasan pos-pos pengeluaran adalah langkah-langkah efektif yang harus segera dijalankan jika yang terjadi saat ini usaha Anda memiliki beban hutang ke suatu Bank, dengan cicilan sejumlah tertentu. Pada dasarnya beban cicilan hutang tidak boleh melebihi dari 1/3 kali penghasilan omset usahanya. Sehingga untuk membayar cicilan hutang sebesar itu paling tidak omset usaha per bulan adalah 3 kalinya cicilan hutang usaha. Sisa omset usaha setelah dikurangi cicilan Bank bisa digunakan untuk membiayai operasional usaha.

Dengan demikian jika Anda kesulitan membayar cicilan hutang bank, kemungkinan disebabkan dua hal yaitu:

� Omset usaha tidak mencapai jumlah yang cukup, sehingga usaha kekurangan dana untuk membayar cicilan hutang. Untuk mengatasinya tentu diperlukan peningkatan penjualan, karena itu melakukan perbaikan harus dari berbagai sisi. Misalnya persaingan usaha ketat, Anda harus lihat dulu pesaing Anda yang laris. Perhatikan apa yang membuat mereka lebih laris dan Anda? Apakah pelayanànnya lebih cepat, tempatnya lebih bersih, senyum sapanya lebih ramah, produknya lebih beragam dan selalu trendi, harganya lebih bersaing, atau mereka lebih gencar berpromosi. Ingat tanpa promosi tak ada yang mengenal usaha Anda. Nah perbaiki hal-hal ini sehingga Anda bisa menggaet pelanggan-pelanggan baru.

â?¢ Biaya-biaya operasional usaha bisa jadi tidak efisien sehingga banyak menghabiskan omset usaha, akibatnya kekurangan dana untuk membayar cicilan hutang. Biaya operasional usaha ada dua, yaitu biaya tetap dan biaya tidak tetap :

a) Biaya tetap seperti listrik, telepon, gaji karyawan. Penghematan biaya tetap bisa dilakukan misalnya untuk karyawan tidak semua full digaji, mungkin ada beberapa karyawan yang dibayar dengan bagi hasil agar biaya untuk gaji tidak keluar terus setiap bulan yang pada kenyataannya saat ini usaha anda sedang pailit. dari segi listrik, telp dll mungkin bisa anda hemat dalam penggunaannya.

b) Biaya tidak tetap seperti promosi, bahan baku, jadi biaya ini besar kecilnya tengantung seberapa besar produksi. Penghematan bisa dilakukan dengan melaksanakan promosi berbiaya rendah,juga pembelian bahan baku betul-betul disimpan sejumlah kebutuhan saja, tidak perlu melakukan persediaan barang dalam jumlah banyak.

Selanjutnya untuk memperbaiki kondisi tunggakan beban hutang yang membengkak, maka tindakan mengurangi jumlah cicilan hutang dengan cara pembayaran rutin dapat dilakukan. Pertama-tama Anda harus hitung dulu kondisi rata-rata omset usaha saat ini, kemudian alokasikan seperti misalnya untuk cicilan hutang bank. Atau mungkin anda kondisikan pada pihak bank untuk memperpanjang jangka waktu cicilan bank sehingga cicilan per bulannya bisa lebih kecil / rendah, dan anda juga bisa meminta diskon bunga kepada pihak bank.

Cara lain adalah mengundang investor yang mau menanamkan modal dalam bisnis Anda. Namun perlu diinformasikan secara terbuka mengenai kondisi hutang usaha, agar mereka tidak merasa ditipu. Presentasikan potensi bisnis Anda dan bagaimana bisnis tersebut dapat menguntungkan investor. Modal yang ditanam investor akan diputar untuk openasional usaha, dan hasil usaha digunakan untuk membayar cicilan, dan sisanya digunakan untuk bagi hasil ke investor. Tentunya banyak yang harus Anda benahi, namun dengan disiplin dan konsistensi, mudah mudahan masalah hutang usaha yang saat ini sedang bangkrut dapat diperbaiki secara bertahap.

Semoga bermanfaat…!!